PSSA di Dataran Tinggi Tanoh Gayo

Dokumentasi Yayasan Pulih Aceh
GAYO HIGLAND|, Yayasan Pulih Area Aceh kembali melakukan kegiatan Psychosocial Structure Activities (PSSA) atau kegiatan Psikososial terstruktur untuk tingkat SMA/ SMK/ Sederajat. Kegiatan ini adalah salah satu program pemulihan psikososial berbasis komunitas untuk korban gempa gayo yang di dukung oleh AFCS Indonesia di 2 Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Kegiatan tersebut lakukan pada hari senin/ 17 Maret 2013 yang ikuti oleh 27 siswa/i dan di SMK Negeri 2 Bener Meriah di lakukan pada hari jum’at/ 14 Maret 2013 yang ikuti oleh 26 siswa/i. Penunjukan Sekolah tersebut atas Rekomendasi Dinas Pendidikan di 2 Kabupaten karena  SMA tersebut kenak dampak bencana Gempa pada tanggal 2 juli 2013, maka di anggap perlu untuk dilakukan kegiatan tersebut. Kegiatan ini di  Fasilitator oleh Elly Misra Devita, dia mengajak anak-anak untuk mengenali apa itu konsep diri dan menjelaskan bagaimana  memanfaatkan kekuatan kelompok/ sosial “. Pungkas Sudarliadi.
Kedua kepala sekolah tersebut sangat terbuka untuk melakukan kegiatan PSSA ini serta mengucapkan terimakasih atas kunjungannya dan penunjukan sekolah kami, dia berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan.
Menurut Fatmawati selaku Koordinator Program.  “Kegiatan PSSA itu bertujuan untuk mengupayakan agar anak belajar untuk memanfaatkan kekuatan dalam dirinya di masa sulit, memandang dirinya secara positif, menjalin hubungan positif dengan teman dan mengembalikan kendali diri pada anak, dan terakhir anak dengan berbagai keterampilan hidup serta  keterampilan kerjasama, memecahkan masalah, membantu orang lain. Diharapkan mereka mampu mengatasi persoalan dalam hidupnya dimasa yang akan datang “.



Workshop pelibatan Aparatur Desa,Tokoh Agama, Tokoh Adat dalam penyelesaian kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Dokumentasi Yayasan Pulih Aceh
ACEH SELATAN |  Yayasan Pulih Aceh didukung oleh UN-Women mengadakan Workshop pelibatan aparatur Desa,tokoh Agama, tokoh Adat dalam penyelesaian kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Workshop ini dilaksanakan selama dua hari dimulai dari tanggal 18 hingga 19 Februari 2014 di Hotel Dian Rana Tapak Tuan Aceh Selatan. Workshop ini di ikuti oleh aparatur Desa dan perwakilan perempuan dari dua Desa Pilot Project program yaitu desa Gunung rotan kecamatan Labuhan Haji Timur dan Desa Jambu Kupok Kecamatan Kota Bahagia Aceh selatan. Workshop ini difasilitasi  Dian Mirana Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan (P2TP2A) Provinsi Aceh.

Fasilitator mengajak berdiskusi tentang kekersan berbasis Gender,mekanisme perlindungan Perempuan dan Anak, memetakan persoalan Perempuan dan Anak. Di hari kedua fasilitator memetakan potensi, sumberdaya, kebutuhan dan tantangan dalam membangun mekanisme komunitas aman . Dengan mengikuti kegiatan ini peserta mengenal apa itu kekerasan. bagaiman peran-peran tokoh masyarakat dalam penyelesaian kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

Masyarakat sangat antusias mengikuti proses diskusi. Diharapkan setelah mengikuti Workshop ini adanya sebuah acuan atau mekanisme yang dibangun di tingkat desa atau komunitas  dalam upaya penyelesaian dan penanganan perempuan dan anak korban kekerasan

Penguatan Kapasitas Pendampingan

Dokumentasi Yayasan Pulih Aceh
 ACEH SELATAN |  Yayasan Pulih Aceh didukung oleh UN-Women melakukan penguatan kapasitas kepada staf Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) aceh Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari,  dimulai dari tanggal 11 hingga 12 Februari 2014 di kantor P2TP2A Samadua Aceh Selatan.
   Penguatan kapasitas ini nantinya diharapkan agar mempermudah pendamping untuk mengenali kasus kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ujar panitia kegiatan Abdul Arief.
                                                                 Penguatan kapasistas ini menghadirkan Ikhwani, SH manager program Yayasasn Pulih Aceh sebagai pemateri.
  Dalam materinya Ikhwani menjelaskan bagaimana cara membangun sebuah Mekanisme komunitas aman di Komunitas serta pemenuhan hak-hak korban kekerasan Perempuan dan Anak agar bisa membuat korbannya aman di Komunitasnya.
  Ikhwani juga menguraikan  bentuk kekerasan dan jenis jenis kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik Itu kekerasan fisik maupun psikis.

  Selain itu ikhwani juga menambahkan bahwa kekerasan sering terjadi karena relasi yang tidak seimbang, sehingga salah satu pihak merasa dirinya lebih berkuasa dan lebih kuat.

Perangi Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak di Aceh

Dokumentasi Yaysan Pulih


Yayasan Pulih Aceh, yang bernaung di bawah Gerakan Perempuan Aceh Pada sabtu (8/3) merayakan Hari Perempuan Internasional (Intenational Womens Day) yang jatuh tepat pada tanggal 8 maret. Sejak tahun 1977 PBB mulai penetapan mengenang Kegigihan perempuan di berbagai belahan dunia, dalam memperjuangkan Hak-Hak mereka, terutama pada paska perang Dunia Ke II dan pada awal terjadinya Revolusi Industri ketika hak Perempuan dalam bekerja sering di abaikan.

Dalam memperingati Hari Perempuan International (International Womens Day) yang berlangsung di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, para Gerakan Perempuan Aceh mengadakan Orasi dan pernyataan sikap, terhadap kekerasan bagi perempuan.

Pada tahun 2014 ini, merupakan tahun terakhir pembahasan UU Kekerasan seksual ( Prolegnas 2010-2014), dan ini merupakan sebuah momentum untuk mendesak Pemerintah dan khususnya Pemerintah Aceh, Untuk membuat sebuah kebijakan yang dapat memberikan perlindungan atau mengakomodir kebutuhan Perempuan korban kekerasan, khusunya korban kekerasan seksual, Serta menyediakan Fasilitas pelayanan terpadu yang didukung oleh SDM dan anggaran yang memadai, supaya bisa memberikan perlidungan Hukum yang optimal bagi Perempuan dan Anak korban kekerasan seksual, serta dalam pemenuhan hak-hak korban, dan menjatukan Hukuman maksimal terhadap pelaku kekerasan seksual bagi perempuan dan anak.

Dengan adanya kebijakan tersebut, pelaku kekerasan terhadap perempuan dan Anak akan mengalami efek jera. Sehingga dapat menekan dan memperkecil angka kekerasan terehadap perempuan dan anak.