TAKUT DAN CARA MELAWAN RASA TAKUT ITU SENDIRI

Dipublish Oleh: Pulih Aceh


Gambar: Google
Takut pasti dirasakan oleh semua orang dan biasanya memiliki efek yang berbeda-beda ke tiap orang. Ada yang menyimpan rasa takutnya, ada juga yang tidak bisa menyimpan rasa takutnya dan akhirnya menjadi stress ketika bertemu dengan hal yang menakutkan. Orang yang takut masih bisa ditemani karena biasanya masih dalam tahap wajar. Kalau rasa takutnya sudah berlebihan dan mengganggu aktivitas, mungkin orang itu menderita phobia. di sini pengertian takut secara devinisi bahasa indonesia adalah merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yg dianggap akan mendatangkan bencana. tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dsbgelisah; khawatir bayang-bayang perasaan takut tanpa alasan.

Hal ini sangat berbeda dengan istilah Phobia. Kalau pengertian Phobia it sendiri bisa dibilang sebagai penyakit psikis. Seringnya, orang phobia tidak dapat menerima beragam alasan untuk tidak takut terhadap sesuatu dengan akal sehat mereka, karena mereka sudah ter-set untuk merasa ngeri. Phobia adalah rasa ketakutan kuat (berlebihan) terhadap suatu benda, situasi, atau kejadian yang dipandang sebagai emosi-emosi substitusi dan seringkali disebut neurosis yang ditekan (repressed neuroses). Takut yang sifatnya mental disebabkan karena kita punya standar, aturan, atau keyakinan yang harus dipenuhi, kalau tidak kita akan merasa gagal. Standar, aturan atau keyakinan ini biasanya timbul melalui pergaulan kita di lingkungan keluarga, teman, dan pekerjaan. Seolah-olah kita harus memenuhi tuntutan mereka dan beban ini membuat kita khawatir apabila kita gagal memenuhinya.

Banyak contohnya mulai dari takut gagal ujian, takut melajang terus, takut dijauhi teman, dsb. Padahal it’s OK untuk gagal ujian yang penting kita berusaha dengan belajar. It’s OK untuk tidak menikah sebelum kita memperoleh pasangan yang tepat (daripada menikah dipaksakan tapi akhirnya berantakan). It’s OK juga dijauhi teman selama kita bertanggung jawab terhadap apa yang kita lakukan.  Ironisnya, ketakutan yang cuma anggapan ini bisa menjadi kenyataan ketika kita memikirkannya terus menerus. Ingat, pikiran kita bekerja sesuai dengan fokus kita. Apabila kita fokus kepada kekhawatiran maka cepat atau lambat apa yang kita takutkan akan terjadi. Sebenarnya apa sih yang menimbulkan rasa takut? Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasannya. Ada beberapa hal yang membuat kita semua takut: berikut beberapa alasan ketakutan yang dirangkum kedalam katagori ketakutan, antara lain:

Takut Kehilangan. Ketika pasangan sudah mulai merasa cemburu dalam suatu hubungan kekasih atau ketika masing-masing pasangan mulai mencari kesalahan sehingga ada yang merasa sakit hati maka hal tersebut bisa menyebabkan pasangan Anda akan beralih ke orang lain. Kurangnya kepercayaan antara Anda dan kekasih adalah dasar alasan Anda takut kehilangan dia. Sebenarnya ketidakpercayaan karena merasa takut kehilangan. Berbohong adalah faktor penting yang menyebabkan rasa takut akan kehilangan cinta.

Claustrophobia. Claustrophobia adalah takut terhadap ruang tertutup. Perasaan takut ini dipicu oleh keadaan tertentu ketika terperangkap di ruang yang terbatas. Anak yang terperangkap dalam ruang yang terbatas dan tertutup dapat menyebabkan perkembangan claustrophobia. Misal, terjebak di lift dapat membuat satu efek terhadap claustrophobia. Berdasarkan riset claustrophobia terjadi karena pengalaman buruk yang membuat selalu gelisah di dalam ruang tertutup. Pikiran dalam ruang tertutup itu kemudian dikaitkan dengan ketakutan sehingga menyebabkan badan bisa menggigil, bergetar atau pingsan.

Takut kegelapan: Dikenal sebagai Achluophobia atau Nyctophobia, yakni takut terhadap kegelapan. Gejala penderitanya adalah bernapas cepat, denyut jantung tak beraturan, berkeringat dan mual. Takut ini sangat berdampak pada kualitas hidup seseorang. Seperti ketakutan pada yang lain, takut akan kegelapan adalah mekanisme perlindungan dari pikiran bawah sadar.

Demophobia: Demophobia adalah takut terhadap suatu kelompok. Hal ini ditandai dengan gejala seperti sesak nafas, pusing, berkeringat, gelisah dan ketidakmampuan untuk berpikir dan berbicara. Sebagian besar penderita akan mengalami panik adanya pemikiran adanya pembaruan satu kelompok. Ketika kelompok masyarakat muncul sebagai kelompok berbahaya, jelas ada reaksi dari kedua penderita. Tidak itu saja, demophobia juga sangat takut terhadap keramaian.

Takut Dikritik: Kritik adalah salah satu dasar manusia untuk bisa melangkah lebih maju lagi. Tapi pada kenyataannya justru banyak orang yang takut terhadap kritikan itu sendiri. Takut akan kritik merupakan salah satu dasar ketakutan dan salah satu yang paling sering dialami setiap orang. Takut dari kritikan diwujudkan dengan menghindari percakapan, pergeseran dari mata dan rendah diri.

Takut Mati. Takut mati dikenal sebagai Thantophobia. Ada teori agama yang menceritakan tentang kehidupan setelah kematian dan apa yang terjadi setelah meninggal dunia. Kematian tetap menjadi kenyataan dan waktunya tidak menentu.

Gambar: Google
Meskipun perasaan itu tak mengenakkan. Inilah beberapa tips untuk memerangi dan mengatasi rasa takut untuk menjadikannya hal yang positif , antara lain sebagai berikut:

Merangkul tantangan "Jangan biarkan rasa takut mengalahkan anda. Pandanglah ketakutan sebagai lawan dan buatlah situasi yang kompetitif. Bagaimana untuk bereaksi terhadap rasa takut, sepenuhnya jadi tanggung jawab anda. Gunakan hal itu sebagai kesempatan untuk berbicara pada diri anda secara positif. Setiap kali anda merasa takut, ingatkanlah diri anda bahwa anda mampu melakukannya. Mungkin anada bisa mencoba gunakan kata kata seperti "saya tenang," "saya bisa", "saya kuat," "saya mampu hadapi tantangan ke depan ". Catatlah bahwa rasa takut akan hilang.

Rasakan Adrenalin Ketika anda merasa takut, yang kita rasakan adalah adrenalin itu meronta di tubuh. Ini merupakan respons tubuh yang mencoba "bangkit" melawan situasi yang kita takuti itu. Dengan adrenalin di sistem tubuh anda, anda akan menjadi lebih kuat dan pandai dari yang anda kira. Jangan biarkan rasa takut menjauhinya. Jika anda dapat mengontrolnya dengan melakukan sebuah teknik bernafas sederhana yang anda bisa lakukan, anda akan mendapati seluruh dunia berada dalam genggaman.

Rasa takut setara dengan energi, jadi kreatiflah Coba ingat bahwa rasa takut itu merupakan sebuah perasaan. Dan perasaan merupakan sebuah energi di dalam tubuh yang bisa diubah. Cobalah untuk menghubungkan sesuatu yang positif seperti tugas yang harus diselesaikan, atau sebuah proyek baru yang harus dimulai. Dengan melakukan itu, anda membuat keputusan mengenai bagaimana anda ingin menggunakan energi itu dan akan sangat mudah beralih terhadap sesuatu yang menakutkan ke dalam sesuatu yang luar biasa.

Kenali diri Anda "Apa yang membuat anda takut? Jika anda merasa takut, gunakan hal itu sebagai sebuah pengecualian untuk mengenali diri anda menjadi lebih baik. Tanya diri anda, apa yang membuat anda takut. Tanya diri anda, darimana rasa takut itu hadir. Duduklah dan tutup mata anda. Perhatikan di mana anda merasa takut di tubuh anda. Satu latihan yang bisa anda lakukan adalah untuk mengetahui warna dan bentuknya. Bayangkan anda mengubahnya atau menghilangkannya dari tubuh anda. Dan anda akan merasa lebih baik setelah melepaskannya.

Atasi dan jadilah lebih kuat Rasa takut tak hanya akan menghentikan anda jika anda membiarkannya. Jika anda memutuskan untuk "merasakan rasa takut, maka anda tak hanya mendapatkan sesuatu di hidup anda yang direncanakan, tetapi menyadari bahwa anda bertanggung jawab atas emosi. Sekali kita mencapai kepedulian ini, kita tak bisa berhenti. Sehingga ingatlah, rasa takut adalah teman. Genggamlah dan laluilah. Anda tak akan menyesalinya.

Sumber:






0 komentar for "TAKUT DAN CARA MELAWAN RASA TAKUT ITU SENDIRI"

Post a Comment

Feed!

Berita

RSS Feed!
RSS Feed!
RSS Feed!
RSS Feed!
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!
Feed!

Semua Posting

Views

Sumbangan Anda

Facebook Kami

Translate