Sudah Adilkah Hukuman Buat Para Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak ?

Dipublish OLeh: Pulih Aceh
Melihat maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi akhir-akhir ini membuat saya miris; betapa tidak adilnya hukum di Indonesia.

Pelaku hanya dihukum selama beberapa tahun, kemudian pelaku mungkin juga akan mendapatkan pengurangan masa tahanan pada peringatan hari-hari tertentu. Sementara itu, apa yang dirasakan oleh korban (anak)?

Secara psikologis, kekerasan seksual memiliki dampak yang sangat besar terhadap anak. Anak yang mengalami kekerasan seksual akan mengalami depresi, gangguan stress pasca trauma, gangguan penyesuaian diri, permasalahan perilaku, hingga gangguan kepribadian. Dan derita psikologis anak tersebut tidak sebanding dengan jumlah masa tahanan pelaku yang hanya beberapa tahun.

Satu hal yang perlu diketahui, ini bukan soal kuantitas; bukan soal berapa tahun hukuman untuk pelaku, melainkan soal kualitas; seberapa dalam luka psikis yang dialami korban, dan betapa sulitnya bagi korban untuk dapat pulih, berdamai dengan dirinya sendiri, dan berdamai dengan masa lalunya. Sebab trauma psikis tidak sama dengan luka fisik yang waktu penyembuhannya relatif cepat.

Trauma psikis adalah "the invisible wound", artinya luka yang tidak tampak, namun ia ada. Menyembuhkannya tidaklah mudah. Dibutuhkan usaha yang keras dan waktu yang tak dapat ditentukan untuk memulihkannya. Bisa jadi upaya pemulihan korban membutuhkan waktu bertahun-tahun, atau bahkan seumur hidup untuk dapat berdamai dengan dirinya sendiri dan masa lalunya, serta upaya untuk menyembuhkan trauma dan gangguan-gangguan lain yang dialaminya.

Setelah masa tahanan berakhir, pelaku dapat merasa senang menghirup udara bebas, sementara korban masih menderita gangguan psikologis akibat kekerasan seksual yang pernah dialaminya. Adilkah?

Saya bukanlah pakar hukum. Saya hanya orang awam. Namun sebagai orang awam, saya ingin agar Undang-undang Perlindungan Anak direvisi kembali, pemerintah menyediakan program pemulihan psikologis bagi korban, dan pelaku kekerasan seksual terhadap anak agar dapat dihukum seberat-beratnya dengan harapan agar dengan menghukum pelaku seberat-beratnya dapat menjadi upaya preventif bagi masyarakat agar kasus kekerasan seksual terhadap anak tidak terjadi lagi di kemudian hari. (Silfa) **

Silfana Amalia Nasri 
saat ini masih kuliah di Fakultas Psikologi di Universitas Syiah Kuala 
dan aktif menjadi Salah satu Mahasiswa magang di Yayasan Puleh Aceh. 



Dipublish OLeh: Pulih Aceh

Diskusi pemetaan penyelesaian kasus di tingkat desa. bersama Aparatur desa dan Tokoh perangkat desa

Dipublish OLeh: Pulih Aceh
Dokumentasi Yaysan Pulih Aceh

PSSA di Dataran Tinggi Tanoh Gayo

Dipublish OLeh: Pulih Aceh
Dokumentasi Yayasan Pulih Aceh
GAYO HIGLAND|, Yayasan Pulih Area Aceh kembali melakukan kegiatan Psychosocial Structure Activities (PSSA) atau kegiatan Psikososial terstruktur untuk tingkat SMA/ SMK/ Sederajat. Kegiatan ini adalah salah satu program pemulihan psikososial berbasis komunitas untuk korban gempa gayo yang di dukung oleh AFCS Indonesia di 2 Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Kegiatan tersebut lakukan pada hari senin/ 17 Maret 2013 yang ikuti oleh 27 siswa/i dan di SMK Negeri 2 Bener Meriah di lakukan pada hari jum’at/ 14 Maret 2013 yang ikuti oleh 26 siswa/i. Penunjukan Sekolah tersebut atas Rekomendasi Dinas Pendidikan di 2 Kabupaten karena  SMA tersebut kenak dampak bencana Gempa pada tanggal 2 juli 2013, maka di anggap perlu untuk dilakukan kegiatan tersebut. Kegiatan ini di  Fasilitator oleh Elly Misra Devita, dia mengajak anak-anak untuk mengenali apa itu konsep diri dan menjelaskan bagaimana  memanfaatkan kekuatan kelompok/ sosial “. Pungkas Sudarliadi.
Kedua kepala sekolah tersebut sangat terbuka untuk melakukan kegiatan PSSA ini serta mengucapkan terimakasih atas kunjungannya dan penunjukan sekolah kami, dia berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan.
Menurut Fatmawati selaku Koordinator Program.  “Kegiatan PSSA itu bertujuan untuk mengupayakan agar anak belajar untuk memanfaatkan kekuatan dalam dirinya di masa sulit, memandang dirinya secara positif, menjalin hubungan positif dengan teman dan mengembalikan kendali diri pada anak, dan terakhir anak dengan berbagai keterampilan hidup serta  keterampilan kerjasama, memecahkan masalah, membantu orang lain. Diharapkan mereka mampu mengatasi persoalan dalam hidupnya dimasa yang akan datang “.



Workshop pelibatan Aparatur Desa,Tokoh Agama, Tokoh Adat dalam penyelesaian kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Dipublish OLeh: Pulih Aceh
Dokumentasi Yayasan Pulih Aceh
ACEH SELATAN |  Yayasan Pulih Aceh didukung oleh UN-Women mengadakan Workshop pelibatan aparatur Desa,tokoh Agama, tokoh Adat dalam penyelesaian kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Workshop ini dilaksanakan selama dua hari dimulai dari tanggal 18 hingga 19 Februari 2014 di Hotel Dian Rana Tapak Tuan Aceh Selatan. Workshop ini di ikuti oleh aparatur Desa dan perwakilan perempuan dari dua Desa Pilot Project program yaitu desa Gunung rotan kecamatan Labuhan Haji Timur dan Desa Jambu Kupok Kecamatan Kota Bahagia Aceh selatan. Workshop ini difasilitasi  Dian Mirana Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan (P2TP2A) Provinsi Aceh.

Fasilitator mengajak berdiskusi tentang kekersan berbasis Gender,mekanisme perlindungan Perempuan dan Anak, memetakan persoalan Perempuan dan Anak. Di hari kedua fasilitator memetakan potensi, sumberdaya, kebutuhan dan tantangan dalam membangun mekanisme komunitas aman . Dengan mengikuti kegiatan ini peserta mengenal apa itu kekerasan. bagaiman peran-peran tokoh masyarakat dalam penyelesaian kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

Masyarakat sangat antusias mengikuti proses diskusi. Diharapkan setelah mengikuti Workshop ini adanya sebuah acuan atau mekanisme yang dibangun di tingkat desa atau komunitas  dalam upaya penyelesaian dan penanganan perempuan dan anak korban kekerasan

Feed!

Berita

RSS Feed!
RSS Feed!
RSS Feed!
RSS Feed!
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!
Feed!

Semua Posting

Views

Translate